Patofisiologi bilirubin

Sedangkan di Indonesia masih merupakan masalah yang perlu diperhatikan, karena di Indonesia angka kejadiannya masih tinggi. Jika bayi dalam bahaya dari kernikterus, atau sudah menunjukkan tanda-tanda kompromi neurologis, dengan fototerapi yang paling efisien mungkin dalam situasi harus segera dimulai dan harus dilanjutkan sampai transfer dimulai.

Hb dan HCT: Jika ada dugaan ikterus hemolitik perlu dipastikan dengan pemeriksaan kadar bilirubin total, bilirubin indirek, darah rutin, serologi virus hepatitis.

Hemoglobin abnormal cickle sel anemia hemoglobinKelainan eritrosit sferositosis heriditerAntibodi serum Rh. Pada BBL bilirubin direk dapat di ubah menjadi bilirubin indirek didalam usus karena disini terdapat beta-glukoronidase yang berperan penting terhadap perubahan tersebut.

Namun, ketika volume makan yang tidak memadai yang terlibat, peningkatan sirkulasi enterohepatik bilirubin mungkin memberikan kontribusi untuk penyakit kuning yang berkepanjangan. Fototherapi mempunyai peranan dalam pencegahan peningkatan kadar Bilirubin, tetapi tidak dapat mengubah penyebab Kekuningan dan Hemolisis dapat menyebabkan Anemia.

Sisanya bilirubin dapat pula berasal dari hemoprotein lain seperti mioglobin dan sitokrom.

PATOFISIOLOGI IKTERUS (PENYAKIT KUNING)

Serapan bilirubin ke dalam hepatosit meningkat dengan konsentrasi ligandin meningkat. Jarak ini dapat dikurangi sampai cm jika homeostasis suhu dipantau untuk mengurangi resiko overheating.

Penurunan konjugasi hepatikTerjadi gangguan konjugasi bilirubin sehingga terjadi peningkatan bilirubin tak terkonjugasi. Insiden lebih tinggi pada bayi yang mendapat ASI atau yang menerima nutrisi yang tidak memadai.

Hasil AABR yang diperoleh tak lama setelah bayi didiagnosis kuning untuk perawatan segera dan agresif. Sabtu, 17 Desember Patofisiologi Ikterus Ikterus adalah suatu akumulasi abnormal pigmen bilirubin dalam darah yang menyebabkan urin berwarna gelap, warna tinja menjadi pucat dan perubahan warna kulit menjadi kekuningan.

Karena terjadinya akibat sumbatan pada saluran empedu disebut juga sebagai ikterus kolestatik. Namun, sebelum pengobatan dapat diterapkan pada skala luas, pertanyaan penting tentang keamanan jangka panjang dari obat tersebut harus dijawab.

Hal penting dalam pelaksanaan praktis dari fototerapi termasuk pengiriman energi dan memaksimalkan luas permukaan yang tersedia harus mempertimbangkan hal berikut: Gangguan konjugasi bilirubin.

Genetika dan keluarga: Ikterus fisiologik tidak terjadi pada 24 jam sesudah lahir karena dibutuhkan waktu untuk pengumpulan bilirubin, biasanya terjadi setelah hari setelah lahir dan akan menurun perlahan. Patofisiologik ikterus neonatorum Pada periode neonatal, metabolisme bilirubin berada pada transisi dari masa fetus, dimana pengeluaran bilirubin tidak terkonjugasi yang larut dalam lemak, terjadi melalui plasenta.

Dalam penelitian hewan, bilirubin masuk ke dalam atau izin dari otak tidak terpengaruh oleh adanya anemia hemolitik. Sacharin, Smeltzer, Hiperbilirubinemia adalah kadar bilirubin yang dapat menimbulkan efek pathologis. Akibatnya kdar bilirubin tidak terkonjugasi dalam olasma biasanya lebih tinggi pada bayi baru lahir.

Bilirubin jarang bersifat toksik untuk orang dewasa, tetapi sangat toksik untuk bayi baru lahir. Sesudah dilepas ke dalam saluran cerna bilirubi terkonjugasi diaktifasi oleh enzim bakteri dalam usus, sebagian menjadi komponen urobilinogen yang akan keluar dalam tinja sterkobilinatau diserap kembali dari saluran cerna, dibawa ke hati dan dikeluarkan kembali ke dalam empedu.

Tidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadaan patologik. Selain itu, bayi dengan timbulnya ikterus setelah 8 hari usia atau pasien dengan fraksi bilirubin terkonjugasi tinggi lebih mungkin untuk memiliki sebuah ISK.

Faktor ibu: Konsentrasi Ligandin dapat ditingkatkan dengan pemberian agen farmakologis seperti fenobarbital. Menghilangkan Serum Bilirubin 4. Penatalaksanaan Fototerapi, immune globulin intravena IVIGdan transfusi tukar adalah modalitas terapi yang paling banyak digunakan pada bayi dengan ikterus neonatal.Bilirubin tidak terkonjugasi dapat memasuki jaringan saraf.

Bilirubin jarang bersifat toksik untuk orang dewasa, tetapi sangat toksik untuk bayi baru lahir. Hal ini disebabkan karena pada bayi baru lahir bilirubin lebih mudah memasuki jaringan otak, kemungkinan karena belum sempurnanya blood brain barrier.

Dan jaringan otak bayi baru lahir belum sepenuhnya berkembang sehingga mudah rusak oleh elbfrollein.com: DAVIDTUAN ANDARTUA SIHOMBING.

Pathophysiologie Bilirubin, Porphyrien Cholestase, Ikterus Hepatitis, Karzinome Privatdozent Dr. Ulrich Treichel Zentrum für Innere Medizin Klinik für Gastroenterologie und Hepatologie.

Pada kasus ini didapatkan peningkatan bilirubin direk, bilirubin indirek, zat yang larut dalam empedu serta batu empedu. Jadi pada ikterus obstruktif ini perlu dibuktikan dengan pemeriksaan kadar bilirubin serum, bilirubin urin, urobilin urin, USG, alkali fosfatase.

1. Over produksiPeningkatan jumlah hemoglobin yang dilepas dari sel darah merah yang sudah tua atau yang mengalami hemolisis akan meningkatkan produksi bilirubin. Bilirubin adalah produk pemecahan hemoglobin yang berasal dari pengrusakan sel darah merah /RBCs.

Ketika RBCs rusak maka produknya a kan masuk sirkulasi, dimana hemoglobin pecah menjadi heme dan. Bilirubin dalam darah terikat pada albumin kemudian diangkat ke hepar. Ikatan bilirubin dengan albumin dapat dipengaruhi oleh obat misalnya salisilat, dan sulfaforazole.

Defisiensi albumin menyebabkan lebih banyak terdapat bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat ke sel elbfrollein.com: Fitria 20 Imout.

Patofisiologi bilirubin
Rated 0/5 based on 40 review